Sabtu, 28 April 2018


CARA MENANAM BUNGA




Hai ! selamat datang di blog ku. Disini akan dijelaskan bagaimana caranya menanam bunga . 
Sebelum itu ada beberapa bagian yang perlu kalian ketahui seperti pertama merencanakan kebun bunga, yang kedua lalu menanam bunga, dan yang terakhir menjaga bunga

1)    Merencanakan Kebun Bunga
1.1  Ambil tanah terbaik. Sama seperti tanaman, bunga membutuhkan tanah yang baik untuk dapat tumbuh kuat dan sehat. Terlepas dari apakah Anda menanam bunga di pot atau kebun, tanah yang baik adalah suatu keharusan. Hindari tanah yang berat namun mengandung tanah liat, pasir, atau batu, dan yang memiliki pH seimbang dekat 7. Bunga setidaknya perlu 15 cm tanah gembur untuk bisa tumbuh, jadi kendurkan lapisan atas minimal seukuran tersebut.
·      Ujilah tingkat pH tanah untuk menentukan apakah tanah perlu tambahan. Jika tanah memiliki pH rendah (keasaman tinggi) di bawah 6,5, tambahkan sulfur untuk menetralisirnya. Tingkat pH yang tinggi (terlalu basa) dapat diperbaiki dengan menambahkan kapur. Keduanya tersedia di pusat-pusat kebun. Tambahkan bahan organik untuk menyuburkan tanah. Daun dan tumbuhan membusuk yang dicampur dengan tanah akan membantu tanaman untuk tumbuh sehat dan cepat. Lakukan ini beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum menanam bunga, nutrisi memiliki cukup waktu untuk benar-benar bercampur dengan tanah.
·      Campurkan dengan pupuk. Untuk meningkatkan gizi, belilah pupuk dari pusat kebun setempat dan campur dengan tanah. Ini dapat dilakukan di hari tanam, sehingga menjadi sebuah alternatif cepat di minggu menambahkan bahan organik.

1.2  Pilih lokasi. Bunga biasanya mudah tumbuh, namun tidak dapat tumbuh di mana saja. Daerah dengan terlalu banyak sinar matahari langsung atau terlalu banyak naungan tidak sesuai untuk sebagian bunga. Carilah lokasi yang memiliki matahari sekaligus naungan.
·      Jika Anda ingin menanam tanaman tertentu, cari tahu cahaya yang sesuai untuk tanaman itu dan pilih rencana yang sesuai. Anda mungkin saja memilih lokasi dengan matahari lebih banyak atau lebih sedikit daripada yang seharusnya.
·      Untuk menanam beberapa jenis bunga, pilihlah bunga dengan persyaratan cahaya/naungan yang seragam, sehingga dapat tumbuh seimbang di lokasi yang sama.

1.3  Putuskan bunga yang akan ditanam. Kunjungi pusat berkebun lokal untuk memilih bunga yang paling sesuai untuk kebung. Menanam biji, tanaman kecil, kecambah, atau potongan tanaman membutuhkan proses yang hampir sama, jadi fokuslah pada bunga yang Anda sukai dan yang akan mempercantik tampilan halaman. Lihat tanda yang melekat di paket bunga atau benih untuk memastikan bunga yang tepat.
·      Carilah ukuran pertumbuhan maksimal bunga. Apakah akan menjadi sangat besar dan lebat, atau tetap relatif kecil? Apakah akan tumbuh ke atas dan menjadi tinggi atau menjalar seperti pohon anggur?
·      Tanyakan tentang bunga asli sebelum melihat semua varietas yang tersedia. Bunga asli telah dikenal dapat tumbuh subur di tanah, suhu, dan zona kelembaban lokasi Anda.
·      Periksa apakah bunga tumbuh adalah sepanjang masa atau tahunan. Bunga yang hanya mekar sekali setahun harus ditanam kembali setiap tahun, namun memiliki warna-warna cerah dan bunga yang indah. Bunga sepanjang masa tumbuh setiap tahun tanpa perlu ditanam kembali dan akan terus tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu.
·      Bacalah tanda untuk persyaratan penyiraman. Sebagian bunga sering membutuhkan air, sementara sebagian lainnya jarang. Jika Anda ingin menanam beberapa jenis bunga, pilihlah yang memiliki kebutuhan air yang sama.

1.4  Tanamlah pada waktu yang tepat. Bahkan dengan tanah yang sempurna, lokasi yang ideal, dan bunga yang sehat, kebun Anda tidak akan indah jika Anda tidak menanam di waktu yang tepat. Bunga tidak dapat tumbuh pada cuaca yang terlalu dingin atau sangat panas, jadi tanamlah di waktu di antara periode tersebut: musim semi. Meski menanam di musim semi kelihatannya mudah, Anda harus memilih waktu yang tepat. Tanamlah bunga sampai setidaknya dua minggu setelah lapisan es terakhir, dan hindari menanam hingga suhu di malam hari secara teratur tetap berada di atas titik beku.
·      Gunakan kalender petani untuk mencari waktu terbaik untuk menanam bunga. Karena perbedaan cuaca di lokasi yang berbeda, bunga bisa ditanam di bulan Februari hingga Juli.
·      Lebih baik berhati-hati daripada menyesal. Daripada tanaman Anda menjadi beku, tanamlah beberapa minggu setelahnya (bukan sebelumnya). Masa mekar mungkin menjadi lebih pendek, namun bunga lebih sukar untuk mati.
·      Jika Anda menanam tanaman terlalu dini, tanamlah dalam wadah dan di dalam ruangan. Gunakan lampu panas dan sirami setiap hari untuk tetap menjaga kesehatan bunga hingga nanti dipindahkan ke luar ruangan.

2)    Menanam Bunga
2.1  Gali lubang. Jika Anda menanam biji, Anda harus menggali lubang sedalam atau selebar 5-7,5 cm. Bunga transplantasi/pot membutuhkan lubang sedalam bola akar. Bunga tidak perlu ditanam dengan tanah, jadi tidak perlu menanam sedalam mungkin.

2.2  Keluarkan bunga. Terutama untuk bunga pot transplantasi. Saat bunga masih dalam pot plastik, sirami banyak air untuk membasahi tanah. Lalu tarik bunga dari pot dan pecahkan bola akar secara lembut dengan jari. Ini akan membantu akar bunga untuk tumbuh ke dalam tanah, daripada tumbuh berbentuk benjolan.

2.3  Berikan gizi pada bunga. Masukkan makanan lepas lambat pada bunga (mirip dengan pupuk) untuk membantu tanaman baru tumbuh dengan cepat. Tambahkan beberapa sendok makan ke dasar lubang, dan masukkan dengan lembut ke dalam tanah dengan jari.

2.4  Tanamlah bunga. Tempatkan setiap tanaman ke dalam masing-masing lubang yang telah disiapkan. Gunakan tangan untuk mengisi ruang kosong di sekitar setiap bunga dan tutupi bagian atas bola akar. Hindari menambahkan banyak tanah ke atas bunga; batang bunga tidak boleh tertutup.

3)    Menjaga Bunga
3.1  Sirami bunga secara teratur. Bila hujan tidak terjadi setiap hari, sirami air pada bunga. Dengan menggunakan penyiram, sirami air beberapa sendok makan ke setiap tanaman dari beberapa sentimeter di atas bunga untuk menghindari kerusakan pada kelopak atau daun. Anda juga bisa menggunakan penyiram otomatis untuk menyirami bunga.

3.2  Buanglah gulma. Bunga Anda yang seharusnya menjadi fokus di kebun kecil, jadi jangan biarkan gulma ada. Jika gulma terlihat, tariklah dari tanah di sekitar bunga. Gulma bukan hanya tidak terlihat menarik, namun juga akan mengambil nutrisi dari tanah dan ruang di tanah yang bunga butuhkan untuk tumbuh sehat.

3.3  Potonglah bunga. Setiap kali bunga mekar mati atau menjadi tua dan layu, potonglah. Memotong bunga dan daun mati akan merangsang pertumbuhan baru dan menjadikan bunga Anda tampak lebih cantik daripada sebelumnya.

3.4  Tambahkan dukungan. Jika bunga tumbuh tinggi, suatu saat bunga akan terlalu berat untuk bisa berdiri sendiri. Tambahkan tiang atau cabang bambu bercabang tegak di tanah agar tanaman dapat bersandar atau menjalar. Ini akan sangat membantu dan diperlukan oleh bunga viney yang menjalar .

3.5  Pikirkan untuk merelokasi. Jika terus tumbuh, suatu saat bunga akan menjadi terlalu luas di lokasi tanam. Anda dapat memindahkannya ke lokasi yang lebih besar dan menanam bunga baru ke lokasi lama. Ini akan menjaga kebun untuk tetap ramai, sehat, dan cantik.

sumber :https://id.wikihow.com/Menanam-Bunga


Jenis Tanaman Obat Beserta Khasiatnya

Banyak jenis tanaman yang tumbuh di muka bumi. Beberapa jenis tanaman tersebut ada yang bisa digunakan sebagai obat, karena memiliki khasiat yang tidak dimiliki tanaman lain. Oleh sebab itu banyak orang yang menggunakannya sebagai obat untuk mengobati penyakit tertentu. Selaim mudah didapat , tanaman obat ini juga bisa dibudidayakan sendiri di rumah dan juga bisa memetiknya karena banyak juga tanaman obat yang tumbuh dengan liar. Berikut ini jenis- jenis tanaman obat beserta khasiatnya :


1)    DAUN DEWA


Daun dewa yang termasuk tanaman obat keluarga ini mengandung beberapa senyawa kimia seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, polifenol, sterol, tannin, vanilat, asam klorogenat, asam p-kumarat, asam p-hidroksi benzoate, alkaloid, dan triterpenoid. Selain senyawa tersebut, terdapat pula sifat-sifat kimiawi pada setiap zat kimia di dalamnya, seperti antikoagulan, diuretik, anti-peradangan, anti-bakteri, sitostatik, analgesik, anti-toksin, anti-kolestrol, anti-piretik, hipotensif, dan hipoglikemin.

Daun dewa bisa dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengataasi penyakit stroke, rematik, gula tinggi (diabetes), sakit jantung, hipertensi, kanker, pendarahan atau pembengkakan payudara, luka, bekas gigitan binatang buas, kutil, ganglion (sejenis kista yang mucnul pada bagian tangan dan kaki), batuk darah, muntah darah, demam berdarah, kejang-kejang pada anak, wasir, keseleo, gangguan haid, dan beberapa sifat-sifat kimia tersebut yang termasuk fungsi pengobatannya.

2)     DAUN SELEDRi


Daun seledri yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia merupakan tumbuhan yang diperkenalkan oleh penjajah Belanda untuk menyedapkan sup atau sebagai sayur lalapan. Selain digunakan sebagai bumbu masakan atau lalapan, daun seledri atau Apium graveolens L. ini biasa digunakan sebagai bahan pembuatan obat tradisional.

Penggunaannya sebagai ramuan pembuatan obat herbal ditujukan untuk mengatasi banyak penyakit seperti asma, diabetes, masalah pada sendi, rematik, menurunkan tekanan darah, batuk, mata dan kering. Meskipun biasa dijadikan tanaman obat keluarga, daun seledri juga bisa menimbulkan alergi pada orang yang sensitif, sehingga tidak semua orang dianjurkan untuk mengonsumsinya.

3)     DAUN KELOR


Daun kelor adalah tumbuhan dari suku Moringaceae yang mempunyai bentuk bulat seperti telur, ukurannya kecil-kecil, bertumpuk majemuk dalam satu tangkai, biasa digunakan untuk membuat sayur atau obat. Daun kelor yang termasuk dalam macam-macam tanaman obat keluarga ini dianjurkan oleh WHO, organisasi kesehatan dunia untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak pada usia pertumbuhan dikarenakan mengandung banyak sekali vitamin dan mineral.
Sedangkan pemanfaatan daun kelor sebagai TOGA umumnya untuk pencegahan penyakit, seperti panyakit jantung, kanker, diabetes, dan arthritis. Sudah banyak sekali penelitian atau studi ilmiah yang melibatkan daun kelor sebagai objek utama yang diteliti. Hal yang perlu diingat adalah tidak semua bagian daun kelor aman dimakan. Bagian akarnya lebih baik dihindari karena mengandung zat beracun yang bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Ibu hamil juga tidak dibolehkan konsumsi daun kelor.

4)    DAUN SAGA


Daun saga merupakan tanaman perdu yang mempunyai rasa manis. Bagian biji daun saga merupakan bagian yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat beracun yang apabila tertelan sangat berisiko terhadap kematian. Tumbuhan daun saga banyak tumbuh liar di hutan. Pertumbuhannya optimal pada daerah dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut.
Pada bagian daunnya banyak terkandung senyawa saponin dan flavonoid. Daun saga berkhasiat untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan seperti sariawan, batuk pada bayi, batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan gatal, amandel, radang mata, radang tenggorokan, panas dalam, gangguan jantung, hipertensi, dan bronkitis. Daun saga juga diketahui mampu membantu membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

5)    DAUN MIANA MERAH


Daun miana merah adalah tanaman yang cukup populer di Indonesia, meski sebagian orang juga belum pernah mendengarnya. Daun miana yang juga mendapat sebutan lain daun iler mempunyai warna daun yang cukup mernarik yakni merah keunguan dengan tepi daun berwarna hijau. Daun miana banyak dirawat sebagai tanaman hias karena memiliki daya tarik pada bagian daunnya. Selain itu, daun miana juga mempunyai karakteristik sebagai tanaman obat-obatan atau tanaman herbal.
Gangguan kesehatan seperti wasir atau ambeien bisa diobati oleh daun miana merah dengan cara meminumnya. Selain wasir, daun miana juga berkhasiat untuk membantu memecahkan dan mengeringkan bisul dengan cara megnompresnya beberapa menit hingga bisul sembuh dan kering. Terakhir, daun miana juga mampu menolong penderita diabetes dengan memnumnya secara rutin hingga kadar gula darah turun.

6)    DAUN PEPAYA


Pepaya menghasilkan buah yang nikmat, bisa disantap sebagai hidangan penutup atau hidangan di meja saat acara-acara tertentu. Selain menghasilkan buah, pepaya juga mempunyai daun yang sejak lama digunakan sebagai tanaman berkhasiat atau tanaman obat keluarga yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Daun pepaya bisa digunakan untuk mencegah kanker karena sarat akan getah putih seperti susu, Selain mengandung senyawa antikanker. Daun pepaya juga menyimpan senyawa karpain yang baik untuk menghambat kinerja beberapa jenis mikroorganisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Daun pepaya bisa juga dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah serta mengobati demam berdarah dan nyeri haid.

7)    JINTEN HITAM


Jintan atau jinten hitam adlaah tumbuhan herbal yang dikenal dengan nama lain Habbatusauda. Tanaman obat keluarga yang satu ini telah lama digunakan oleh umat Muslim karena memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka tidak heran, bila habbatasauda sangat dicari di negara-negara timur tengah seebagai media pengobatan.
Jinten hitam sendiri sudah diteliti dan dilaporkan memberi manfaat pada bidang farmasi untuk banyak jenis pengobatan seperti anti-bakteri, anti-jamur, analgesik, anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi, antivirus, asma, alergi, gangguan imun, masalah pada saluran pencernaan, diabetes, kanker usur besar, dan epilepsi. Perlu juga ketahui bahwasanya jinten hitam memberikan beberapa efek samping sehingga pengonsumsiannya harus dibawah pantauan ahli pada dosis yang dianjurkan.

8)    PEGAGAN


Mungkin pegagan sudah dikenal oleh banyak penduduk Indonesia. Tetapi, apakah banyak yang tahu kalau daun pegagan ternyata mempunyai fungsi pengobatan tradisional? Tanaman yang banyak tumbuh di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan India ini telah digunakan sbeagai obat-obatan. Seperti di India, pegagan dipakai dalam tradisi Ayurvedic.
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu bisa diatasi oleh daun pegagan, seperti sifilis, asma, dan psoriasis (masalah kulit). Selain itu, pegagan juga banyak dimanfaat sebagai tanaman obat keluarga utnuk mengobati penyakit ulkus lambung, epilepsi,diare, demam, hepatitis, dan kelelahan mental.

9)    KUMIS KUCING


Kumis kucing telah diyakini sejak lama oleh penduduk Asia sebagai tanaman obat tradisional keluarga yang bisa mengobati penyakit yang berkaitan dengan ginjal. Tanaman kumis kucing yang bisa tumbuh pada daerah beriklim tropis dan subtropis ini mengandung beberapa zat aktif seperti rosmarinic acid, flavonoid, lipophilic, sinensetin, orthosiphol, dan orthosiphon.
Tanaman kumis kucing diambil bagian daunnya untuk dijadikan bahan peluruh batu ginjal. Hal tersebut dapat dilakoni oleh daun kumis kucing karena mempunyai sifat diuretik dengan meluruhkan atau membersihkan saluran kencing. Selain itu, kandungan zat aktif di dalam kumis kucing juga dapat menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan beberapa penyakit lain meski dikonsumsi mandiri atau dicampur dengan macam-macam tanaman obat keluarga lainnya.

10)           DAUN SIRIH


Orang-orang yang tinggal di pelosok desa, sebut saja suku Bayan yang ada di daerah Nusa Tenggara Barat, mempunyai kebiasaan mengunyah daun sirih bersama kapur dan pinang. Kegiatan tersebut ternyata bukan sebatas tradisi atau budaya, tetapi berdasarkan penelitian ternyata mengunyah sirih ada hubungannya dengan penyakit kanker mulut serta pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat maliginan.
Daun sirih juga mempunyai kegunaan sebagai tanaman herbal untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti batuk berdahak, sariawan, bronkitis, kulit berjerawat, sakit gigi, keputihan, demam berdarah, haid tidak teratur, asma, radang tenggorokan, gusi bengkak, mata merah dan gatal, bau ketiak, menghilangkan bekas luka bakar, bisul, mimisan, pendarahan pada gusi, dan permukaan kulit yang terasa gatal.

11)           KAYU MANIS


Kayu manis adalah rempah tradisional yang telah lama digunakan oleh manusia sebagai bumbu penyedap masakan. Kayu manis bisa juga dikonsumsi sebagai suplemen untuk meringankan beragam penyakit seperti jantung, radang sendi, perut kembung, dan kulit dengan menambahkan madu sebagai campurannya untuk memberikan rasa manis.
Di dalam kayu manis tertanam antimikroba yang kuat, anti-peradangan, anti-infeksi, dan anti-koagulan. Ada juga antioksidan, polifenol, kalsium, zat besi, mangan, dan serat pada kayu manis. Keberadaan komponen aktif di dalam kayu manis membuatnya baik dipergunakan sebagai tanaman obat keluarga untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi usus besar, mencegah kanker, mengurangi peradangan konstan jaringan internal otak, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati infeksi saluran pernafasan.

12)           JERUK NIPIS


Jeruk nipis menjadi buah yang sangat akrab di tengah masyarakat di Indonesia. Buah yang banyak tersebar di Asia dan Amerika Tengah ini mempunyai rasa daging buah yang asam. Di dalamnya terkandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Jeruk nipis bisa digunakan untuk menyedapkan masakan, membuat minuman penyegar, bahan pembuat asam stirat, serta campuran jamu.
Tanaman obat keluarga jeruk nipis bisa dijadikan herbal alami untuk menghilangkan sumbatan vital energi, meluruhkan dahak, mengobati batuk, meluruhkan kencing dengan sifat diuretiknya berikut keringat, serta mendukung proses pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati ambeien, amandel, anyang-anyangan, batu ginjal, batuk disertai influenza, demam, difteri, haid tidak teratur, vertigo, radang tenggorokan, panu, pegal linu, sakit gigi, dan tekanan darah tinggi.

13)            MENGKUDU


Pace, kudu, cangkudu, kodhuk, atau tibah adalah sebutan pada beberapa daerah besar di Indonesia yang merujuk pada buah mengkudu. Buah mengkudu dihasilkan dari pohon yang dapat tumbuh mencapai 3 – 8 m pada ketinggian rendah hingga 1500 mdpl. Buah mengkudu sering digunakan oleh masyarakat untuk sayur, rujak, dan bahan obat-obatan.
Tanaman obat keluarga dengan tampilan buah yang unik ini mengandung sejumlah senyawa kimia yang bisa melakukan banyak fungsi pengobatan atau pemeliharaan kesehatan, seperti melancarkan sistem peredaran darah, membunuh bakteri pembuat infeksi, mencegah kanker, mengobati batuk, meningkatkan imunitas, mengobati sakit kuning, mengobati perut kembung, luka pada usur halus, radang lambung, dan masih banyak lagi.

14)           JAHE


Pasti semua orang sudah kenal dengan rempah yang satu ini. Jahe merupakan tanaman obat keluarga berbentuk rimpang yang mempunyai rasa dominan pedas karena mengandung senyawa keton bernama zingeron. Bagian rimpang jahe banyak dipakai sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Varietas jahe ada jahe gajah, jahe kuning, dan jahe merah.
Banyak orang yang mengenal bahwa jahe dinikmati sebagai minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Padahal, jahe juga bisa dipakai untuk mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut, mual, diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan hilangnya nafsu makan. Selain itu, jahe juga mempuynai kegunaan lain untuk masalah nyeri otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan atas.

15)     KENCUR




Kencur atau cekur (nama lainnya) adalah tanaman obat yang mirip dengan jahe, tergolong dalam suku temu-temuan. Rimpang kencur mengandung banyak minyak atsiri dan alkaloid yang berperan sebagai stimulan. Kencur biasa ditanam di halaman rumah sebagai tanaman obat tradisional.
Kencur biasa diramu menjadi bahan obat untuk mengobati influenza, batuk, masuk angin, keseleo, membersihkan darah kotor, mengobati mulas, radang lambung, daire, sakit kepala, dan batu ginjal. Pengobatan kencur bisa dilakukan secara mandiri di rumah atau ke pusat pengobatan tradisional yang telah berpengalaman dalam melakukan terapi penyakit dari bahan herbal.

16)           KUNYIT


Jahe, kencur, dan kunyit ibarat tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan. Jika jahe dan kencur berguna untuk menyedapkan masakan, begitupun kunyit. Kembali pada kaitannya dengan tanaman obat keluarga, apakah kunyit termasuk? Sudah pasti. Kunyit bisa dijadikan bahan obat tradisional ataupun bahan pemelihara kondisi tubuh agar tidak gampang sakit.
Kunyit banyak dipilih sebagai terapi pengobatan tradisional karena diyakini lebih efektif daripada menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter. Dari beberapa penggunaannya, diketahui bahwa kunyit biasa dipakai untuk menghilangkan rasa gatal, membunuh virus, mencegah depresi, menurunkan tekanan darah, meredakan demam, mengusir bau badan, mengatasi gatal akibat cacar air, obat malaria, diare, penambah stamina, obat radang gusi, dan telat datang bulan.

Sumber : http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/












CARA MENANAM BUNGA Hai ! selamat datang di blog ku. Disini akan dijelaskan bagaimana caranya menanam bunga .  Sebelum itu ad...