Jenis Tanaman Obat Beserta
Khasiatnya
Banyak jenis tanaman yang
tumbuh di muka bumi. Beberapa jenis tanaman tersebut ada yang bisa digunakan
sebagai obat, karena memiliki khasiat yang tidak dimiliki tanaman lain. Oleh
sebab itu banyak orang yang menggunakannya sebagai obat untuk mengobati
penyakit tertentu. Selaim mudah didapat , tanaman obat ini juga bisa
dibudidayakan sendiri di rumah dan juga bisa memetiknya karena banyak juga
tanaman obat yang tumbuh dengan liar. Berikut ini jenis- jenis tanaman obat
beserta khasiatnya :
1) DAUN
DEWA
Daun dewa yang termasuk tanaman obat keluarga ini mengandung beberapa
senyawa kimia seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, polifenol, sterol,
tannin, vanilat, asam klorogenat, asam p-kumarat, asam p-hidroksi benzoate,
alkaloid, dan triterpenoid. Selain senyawa tersebut, terdapat pula sifat-sifat
kimiawi pada setiap zat kimia di dalamnya, seperti antikoagulan, diuretik,
anti-peradangan, anti-bakteri, sitostatik, analgesik, anti-toksin,
anti-kolestrol, anti-piretik, hipotensif, dan hipoglikemin.
Daun dewa bisa
dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengataasi penyakit stroke, rematik, gula
tinggi (diabetes), sakit jantung, hipertensi, kanker, pendarahan atau
pembengkakan payudara, luka, bekas gigitan binatang buas, kutil, ganglion
(sejenis kista yang mucnul pada bagian tangan dan kaki), batuk darah, muntah
darah, demam berdarah, kejang-kejang pada anak, wasir, keseleo, gangguan haid,
dan beberapa sifat-sifat kimia tersebut yang termasuk fungsi pengobatannya.
2) DAUN
SELEDRi
Daun seledri yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia merupakan
tumbuhan yang diperkenalkan oleh penjajah Belanda untuk menyedapkan sup atau
sebagai sayur lalapan. Selain digunakan sebagai bumbu masakan atau lalapan,
daun seledri atau Apium
graveolens L. ini biasa digunakan sebagai bahan pembuatan obat
tradisional.
Penggunaannya
sebagai ramuan pembuatan obat herbal ditujukan untuk mengatasi banyak penyakit
seperti asma, diabetes, masalah pada sendi, rematik, menurunkan tekanan darah,
batuk, mata dan kering. Meskipun biasa dijadikan tanaman obat keluarga, daun
seledri juga bisa menimbulkan alergi pada orang yang sensitif, sehingga tidak
semua orang dianjurkan untuk mengonsumsinya.
3) DAUN KELOR
Daun kelor
adalah tumbuhan dari suku Moringaceae yang mempunyai bentuk bulat seperti
telur, ukurannya kecil-kecil, bertumpuk majemuk dalam satu tangkai, biasa
digunakan untuk membuat sayur atau obat. Daun kelor yang termasuk dalam
macam-macam tanaman obat keluarga ini dianjurkan oleh WHO, organisasi kesehatan
dunia untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak pada usia pertumbuhan
dikarenakan mengandung banyak sekali vitamin dan mineral.
Sedangkan
pemanfaatan daun kelor sebagai TOGA umumnya untuk pencegahan penyakit, seperti
panyakit jantung, kanker, diabetes, dan arthritis. Sudah banyak sekali
penelitian atau studi ilmiah yang melibatkan daun kelor sebagai objek utama
yang diteliti. Hal yang perlu diingat adalah tidak semua bagian daun kelor aman
dimakan. Bagian akarnya lebih baik dihindari karena mengandung zat beracun yang
bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Ibu hamil juga tidak dibolehkan
konsumsi daun kelor.
4) DAUN SAGA
Daun saga
merupakan tanaman perdu yang mempunyai rasa manis. Bagian biji daun saga
merupakan bagian yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat
beracun yang apabila tertelan sangat berisiko terhadap kematian. Tumbuhan daun
saga banyak tumbuh liar di hutan. Pertumbuhannya optimal pada daerah dataran
rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut.
Pada bagian
daunnya banyak terkandung senyawa saponin dan flavonoid. Daun saga berkhasiat
untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan seperti sariawan, batuk pada bayi,
batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan gatal, amandel, radang mata, radang
tenggorokan, panas dalam, gangguan jantung, hipertensi, dan bronkitis. Daun
saga juga diketahui mampu membantu membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak
rewel.
5)
DAUN MIANA MERAH
Daun miana
merah adalah tanaman yang cukup populer di Indonesia, meski sebagian orang juga
belum pernah mendengarnya. Daun miana yang juga mendapat sebutan lain daun iler
mempunyai warna daun yang cukup mernarik yakni merah keunguan dengan tepi daun
berwarna hijau. Daun miana banyak dirawat sebagai tanaman hias karena memiliki
daya tarik pada bagian daunnya. Selain itu, daun miana juga mempunyai
karakteristik sebagai tanaman obat-obatan atau tanaman herbal.
Gangguan
kesehatan seperti wasir atau ambeien bisa diobati oleh daun miana merah dengan
cara meminumnya. Selain wasir, daun miana juga berkhasiat untuk membantu
memecahkan dan mengeringkan bisul dengan cara megnompresnya beberapa menit
hingga bisul sembuh dan kering. Terakhir, daun miana juga mampu menolong
penderita diabetes dengan memnumnya secara rutin hingga kadar gula darah turun.
6) DAUN PEPAYA
Pepaya
menghasilkan buah yang nikmat, bisa disantap sebagai hidangan penutup atau
hidangan di meja saat acara-acara tertentu. Selain menghasilkan buah, pepaya
juga mempunyai daun yang sejak lama digunakan sebagai tanaman berkhasiat atau
tanaman obat keluarga yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Daun pepaya
bisa digunakan untuk mencegah kanker karena sarat akan getah putih seperti
susu, Selain mengandung senyawa antikanker. Daun pepaya juga menyimpan senyawa
karpain yang baik untuk menghambat kinerja beberapa jenis mikroorganisme yang
mengganggu fungsi pencernaan. Daun pepaya bisa juga dimanfaatkan untuk
mengontrol tekanan darah serta mengobati demam berdarah dan nyeri haid.
7) JINTEN HITAM
Jintan atau
jinten hitam adlaah tumbuhan herbal yang dikenal dengan nama lain Habbatusauda.
Tanaman obat keluarga yang satu ini telah lama digunakan oleh umat Muslim
karena memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka tidak heran, bila
habbatasauda sangat dicari di negara-negara timur tengah seebagai media
pengobatan.
Jinten hitam
sendiri sudah diteliti dan dilaporkan memberi manfaat pada bidang farmasi untuk
banyak jenis pengobatan seperti anti-bakteri, anti-jamur, analgesik,
anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi, antivirus, asma, alergi, gangguan
imun, masalah pada saluran pencernaan, diabetes, kanker usur besar, dan
epilepsi. Perlu juga ketahui bahwasanya jinten hitam memberikan beberapa efek
samping sehingga pengonsumsiannya harus dibawah pantauan ahli pada dosis yang
dianjurkan.
8) PEGAGAN
Mungkin pegagan sudah dikenal oleh banyak
penduduk Indonesia. Tetapi, apakah banyak yang tahu kalau daun pegagan ternyata
mempunyai fungsi pengobatan tradisional? Tanaman yang banyak tumbuh di kawasan
Afrika, Asia Tenggara, dan India ini telah digunakan sbeagai obat-obatan.
Seperti di India, pegagan dipakai dalam tradisi Ayurvedic.
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu
bisa diatasi oleh daun pegagan, seperti sifilis, asma, dan psoriasis (masalah
kulit). Selain itu, pegagan juga banyak dimanfaat sebagai tanaman obat keluarga
utnuk mengobati penyakit ulkus lambung, epilepsi,diare, demam, hepatitis, dan
kelelahan mental.
9) KUMIS KUCING
Kumis kucing
telah diyakini sejak lama oleh penduduk Asia sebagai tanaman obat tradisional
keluarga yang bisa mengobati penyakit yang berkaitan dengan ginjal. Tanaman
kumis kucing yang bisa tumbuh pada daerah beriklim tropis dan subtropis ini
mengandung beberapa zat aktif seperti rosmarinic acid, flavonoid, lipophilic,
sinensetin, orthosiphol, dan orthosiphon.
Tanaman kumis
kucing diambil bagian daunnya untuk dijadikan bahan peluruh batu ginjal. Hal
tersebut dapat dilakoni oleh daun kumis kucing karena mempunyai sifat diuretik
dengan meluruhkan atau membersihkan saluran kencing. Selain itu, kandungan zat
aktif di dalam kumis kucing juga dapat menyembuhkan penyakit asam urat,
hipertensi, diabetes, dan beberapa penyakit lain meski dikonsumsi mandiri atau
dicampur dengan macam-macam tanaman obat keluarga lainnya.
10)
DAUN SIRIH
Orang-orang yang tinggal di pelosok desa,
sebut saja suku Bayan yang ada di daerah Nusa Tenggara Barat, mempunyai
kebiasaan mengunyah daun sirih bersama kapur dan pinang. Kegiatan tersebut
ternyata bukan sebatas tradisi atau budaya, tetapi berdasarkan penelitian
ternyata mengunyah sirih ada hubungannya dengan penyakit kanker mulut serta
pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat maliginan.
Daun sirih
juga mempunyai kegunaan sebagai tanaman herbal untuk mengatasi berbagai macam
penyakit seperti batuk berdahak, sariawan, bronkitis, kulit berjerawat, sakit
gigi, keputihan, demam berdarah, haid tidak teratur, asma, radang tenggorokan,
gusi bengkak, mata merah dan gatal, bau ketiak, menghilangkan bekas luka bakar,
bisul, mimisan, pendarahan pada gusi, dan permukaan kulit yang terasa gatal.
11)
KAYU MANIS
Kayu manis
adalah rempah tradisional yang telah lama digunakan oleh manusia sebagai bumbu
penyedap masakan. Kayu manis bisa juga dikonsumsi sebagai suplemen untuk
meringankan beragam penyakit seperti jantung, radang sendi, perut kembung, dan
kulit dengan menambahkan madu sebagai campurannya untuk memberikan rasa manis.
Di dalam kayu
manis tertanam antimikroba yang kuat, anti-peradangan, anti-infeksi, dan
anti-koagulan. Ada juga antioksidan, polifenol, kalsium, zat besi, mangan, dan
serat pada kayu manis. Keberadaan komponen aktif di dalam kayu manis membuatnya
baik dipergunakan sebagai tanaman obat keluarga untuk mengontrol gula darah,
meningkatkan kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi
usus besar, mencegah kanker, mengurangi peradangan konstan jaringan internal
otak, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati infeksi saluran pernafasan.
12)
JERUK NIPIS
Jeruk nipis menjadi buah yang sangat akrab di
tengah masyarakat di Indonesia. Buah yang banyak tersebar di Asia dan Amerika
Tengah ini mempunyai rasa daging buah yang asam. Di dalamnya terkandung banyak
vitamin C dan asam sitrat. Jeruk nipis bisa digunakan untuk menyedapkan
masakan, membuat minuman penyegar, bahan pembuat asam stirat, serta campuran
jamu.
Tanaman obat keluarga jeruk nipis bisa
dijadikan herbal alami untuk menghilangkan sumbatan vital energi, meluruhkan
dahak, mengobati batuk, meluruhkan kencing dengan sifat diuretiknya berikut
keringat, serta mendukung proses pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu,
jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati ambeien, amandel,
anyang-anyangan, batu ginjal, batuk disertai influenza, demam, difteri, haid
tidak teratur, vertigo, radang tenggorokan, panu, pegal linu, sakit gigi, dan
tekanan darah tinggi.
13)
MENGKUDU
Pace, kudu, cangkudu, kodhuk, atau tibah adalah
sebutan pada beberapa daerah besar di Indonesia yang merujuk pada buah
mengkudu. Buah mengkudu dihasilkan dari pohon yang dapat tumbuh mencapai 3 – 8
m pada ketinggian rendah hingga 1500 mdpl. Buah mengkudu sering digunakan oleh
masyarakat untuk sayur, rujak, dan bahan obat-obatan.
Tanaman obat keluarga dengan tampilan buah yang
unik ini mengandung sejumlah senyawa kimia yang bisa melakukan banyak fungsi
pengobatan atau pemeliharaan kesehatan, seperti melancarkan sistem peredaran
darah, membunuh bakteri pembuat infeksi, mencegah kanker, mengobati batuk,
meningkatkan imunitas, mengobati sakit kuning, mengobati perut kembung, luka
pada usur halus, radang lambung, dan masih banyak lagi.
14)
JAHE
Pasti
semua orang sudah kenal dengan rempah yang satu ini. Jahe merupakan tanaman
obat keluarga berbentuk rimpang yang mempunyai rasa dominan pedas karena
mengandung senyawa keton bernama zingeron. Bagian rimpang jahe banyak dipakai
sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Varietas jahe ada jahe gajah, jahe
kuning, dan jahe merah.
Banyak orang yang mengenal bahwa jahe dinikmati
sebagai minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Padahal, jahe juga bisa dipakai
untuk mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut, mual,
diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan hilangnya
nafsu makan. Selain itu, jahe juga mempuynai kegunaan lain untuk masalah nyeri
otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada, bronkitis, dan infeksi
saluran pernapasan atas.
15) KENCUR
Kencur atau cekur (nama lainnya) adalah tanaman
obat yang mirip dengan jahe, tergolong dalam suku temu-temuan. Rimpang kencur
mengandung banyak minyak atsiri dan alkaloid yang berperan sebagai stimulan.
Kencur biasa ditanam di halaman rumah sebagai tanaman obat tradisional.
Kencur biasa diramu menjadi bahan obat untuk
mengobati influenza, batuk, masuk angin, keseleo, membersihkan darah kotor,
mengobati mulas, radang lambung, daire, sakit kepala, dan batu ginjal.
Pengobatan kencur bisa dilakukan secara mandiri di rumah atau ke pusat
pengobatan tradisional yang telah berpengalaman dalam melakukan terapi penyakit
dari bahan herbal.
16)
KUNYIT
Jahe, kencur, dan kunyit ibarat tiga serangkai
yang tidak bisa dipisahkan. Jika jahe dan kencur berguna untuk menyedapkan
masakan, begitupun kunyit. Kembali pada kaitannya dengan tanaman obat keluarga,
apakah kunyit termasuk? Sudah pasti. Kunyit bisa dijadikan bahan obat
tradisional ataupun bahan pemelihara kondisi tubuh agar tidak gampang sakit.
Kunyit banyak dipilih sebagai terapi pengobatan
tradisional karena diyakini lebih efektif daripada menggunakan obat yang
diresepkan oleh dokter. Dari beberapa penggunaannya, diketahui bahwa kunyit
biasa dipakai untuk menghilangkan rasa gatal, membunuh virus, mencegah depresi,
menurunkan tekanan darah, meredakan demam, mengusir bau badan, mengatasi gatal
akibat cacar air, obat malaria, diare, penambah stamina, obat radang gusi, dan
telat datang bulan.
Sumber : http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/














Tidak ada komentar:
Posting Komentar